Skip to main content

Mirror of World

Danner, Bobby, Hugo, dan Monet adalah 4 siswa dari SD Haukumikus, suatu ketika mereka mengadakan studi tur ke museum antik, ketika 4 sahabat ini melihat cermin dunia mulai berubah.

Bobby: Membosankan
Hugo: Yeah
Monet: Aku penasaran, apakah ini semua dari kayu?

Suatu ketika Monet melihat benda yang berbeda dari biasanya.....

Monet: Cermin ini aneh, hei lihat!!
Bobby: Ini hanya cermin, kau yang aneh
Hugo: Hei??, Cerminnya mengkilat...
(Sambil berteriak, mereka bertiga terlihat mulai terhisap)

Lalu tiba-tiba cermin itu memunculkan kilatan sehingga membuat Hugo, Bobby, dan Monet yang didekatnya seperti terhisap. Danner yang sibuk mencatat penjelasan dari tour guide, mendengar suara dari arah cermin dan ia pun bergegasa berlari dan tanpa ia sadari ketiga sahabatnya muli terhisap.

Danner : Oee, Apa ini?!!! (Danner seperti tidak percaya apa yang diliatnya)
Hugo: Danner, Tolong cepat, kumohon
Danner : Ok,Ok, aku akan mencari alat
Bobby: Itu terlalu lama!, oh tidak tanganku gatal, apakah kita akan terhisap di semak-semak?
Monet: Raih tanganku Danner!!!

Danner pun meraih tangan monet,dan mereka berempat mulai terhisap kedalam cermin.


(4 orang ini terlempar di daerah hutan)

Bobby: Ouououoo, Dog!, setidaknya pelan-pelan
Danner: Kau ini ngomong sama siapa hah?
Monet: uh wauuww??, apakah kita di hutan
Bobby: oh hei, dimana Hugo??

(Dan tiba-tiba Hugo muncul dari arah atas, jadi kenapa dia terakhir)

(Menghantam Bobby, dan lainnya)

Bobby: Oihhh!, kenapa ke arah sini, kamu memang pembawa sial Hugo
Hugo: Maaf
Danner: Kenapa kamu terakhir?
Hugo: Oh iya mungkin karena aku tadi menutup mukaku, aku phobia cahaya putih, mungkin itu.
Bobby: Apa????!, Apa kamu bercanda, sini kau aku pukul haah haah.
Monet: Sudah, Sudah setidaknya kita masih hidup.
Hugo: Mungkin di dunia ini kita lagi mati, atau bagaimana?

Mereka pun menyusuri daerah itu, perlahan cermin yang mengirim mereka mulai menghilang tanpa jawaban. Danner yang memiliki nilai paling tinggi dijadikan patokan grup ini tuk melangkah.

(Melihat Danner semua)

Danner: kenapa? Kenapa kalian melihatku seperti itu?
Hugo: Aku melihat harapan
Monet : Aku juga, Kumohon Danner bimbing grup ini. Iya kan Bobby
Bobby: Iyaaa?, walaupun aku sebenarnya melihat rumah tua dia atas aliran sungai itu sih.
Danner: Aneh, Rumah didalam tempat antah berantah seperti ini. Instingku kita harus kesana untuk mencari tahu.
Bobby: Instingku makan (Perut Bobby berbunyi)
Hugo: Ide bagus.
Monet: Yeah kita harus cari makan dulu Danner.
Danner: Yeah kalian benar, tapi lihat di sekeliling kita.

(Mereka pun berjalan sambil mencari makan dan minum seadanya, sambil mengawasi rumah tua yang akan mereka hampiri)

Hugo:  Jelaskan padaku bagaimana cara kita mencari makan?, Kita makan daun ini. Kita Karnivora.
Monet: Tidak, menurut kelas IPA ku kita Omnivora
Bobby: Sesunggguhnya aku bisa menjadi Tarzan yang berbicara dengan binatang, akan tetapi itu hanya di drama tahun lalu saat perpisahan kelas, mungkin masih berhasil.
Danner: Aliran sungai, biasanya di dekat aliran sungai terdapat sumber air dan tumbuhan yang subur. Kita ikuti saja.
Bobby : Serius aku ingin bicara dengan binatang.
Monet: kita belum melihat binatang
Hugo: Kau tahu aku dari tadi tergganggu dengan daun-daun yang panjang ini, mungkin kau mau bicara dengan daun.


Mereka pun menuruti ide Danner tuk menyusuri sungai. Sampai ketika tanpa mereka sadari, seorang kakek tua bertopi koboi dan membawa tongkat sedang menanti mereka.

 

                                 BERSAMBUNG

Kritik dan saran untuk melanjutkan ke episode selanjutnya. Menerima donasi maupun investor untuk kelanjutan Novel Mirror of World. Terima Kasih

Comments